Salam Pramuka – Minggu, (11/10) sekitar pukul 09:00 wita, sebuah gubuk milik warga di kawasan Stadion Rondong Demang Tenggarong dilalap si jago merah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BPBD bersama anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana saling bahu membahu madamkan api yang sudah terlanjur membesar dan melahap semua sudut gubuk.

Dalam kejadian ini, tampak sejumlah warga berusaha untuk membantu hingga berusaha untuk menerobos batas yang sudah dibuat oleh anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana, berkali-kali pula teriakan warga yang menganggap kerja petugas lambat terdengar. Untungnya, konsentrasi para petugas tetap fokus pada pemadaman.

BPBD Kukar yang di bantu anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana berhasil menjinakkan si jago merah tersebut dalam waktu 10 menit.

Untungnya, kejadian ini hanyalah Pelatihan Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana pada kebakaran yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan pramuka Kukar yang diikuti 82 orang, berasal dari pramuka penegak dan pandega di 18 Kwartir Ranting (Kwarran) Kukar.

Praktek lapangan kali ini langsung dipimpin oleh Ketua Satuan Petugas (Satgas) Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana Kwarcab Kukar yang sekaligus Kepala BPBD Kukar, Damansyah ini berjalan lancar.

Menurutnya, para anggota Pramuka Peduli ini nantinya akan ditempatkan dan membantu di posko – posko BPBD Kukar yang ada dikecamatan.”Kegiatan ini sangat positif sekali, nanti setelah kegiatan ini anggota Pramuka Peduli bisa bergabung di pos kami yang ada di kecamatan dan membantu penanggulangan dini namun jika kecamatan tidak mampu, kabupaten siap untuk membantu,” ujar Damansyah.

Damansyah juga menjelaskan kepada anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana jika Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di kecamatan-kecamatan memiliki kapasitas 3.000 hingga 3.500 liter, jika di pergunakan dalam pemadaman maka dalam waktu kurang dari 5 menit 3000 liter itu langsung habis.

”Anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana dan masyarakat harus mengetahui ini, jangan dikira damkar datang tidak membawa air, kewajiban kita untuk menjelaskan kemasyarakat, damkar harus berada di barisan terdepan sehingga dibutuhkan mobil penyuplai agar tidak bolak-balik,” jelasnya lagi.

Untuk diketahui, hingga saat ini BPBD Kukar masih kekurangan mobil penyuplai sehingga keberadaan anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana beserta relawan – relawan lain sangatlah dibutuhkan dalam mencari titik air terdekat dan membantu memadamkan dengan mesin – mesin air yang dimiliki.

Dari perhitungan BPBD Kukar, rumah berbahan kayu akan habis terbakar dalam waktu 15 menit sedangkan rumah yang berbahan beton lebih dari 15 menit.

Selain pelatihan pemdaman kebakaran, Anggota Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana juga dibekali dengan teknik pertolongan di sungai atau di air. (arm/admin)

Sumber : pendidikankukar.com

Komentar

Komentar