1Salam Pramuka – Kwartir Daerah (Kwarda) gerakan pramuka Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Bakti Sosial dalam rangka memperingati hari lahir ROBERT STEPHENSON SMYTH BADEN POWELL sebagai bapak pandu sedunia yang jatuh pada 22 februari.

Kegiatan yang berlangung di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) ini difokuskan pada malam renungan yang akan digelar Sabtu, (21/02) malam di makam pahlawan Kelurahan Bukit Biru dan pada Minggu, (22/02) akan digelar Bakti Sosial yang difokuskan di Kelurahan Maluhu Tenggarong.

Dalam peringatan hari bapak pandu pramuka dunia tahun 2015 ini, Kwartir Cabang (Kwarcab)gerakan pramuka Kukar melibatkan anggota pramuka tingkat penegak dan pandega yang ada di gugus depan maupun Satuan Karya (Saka) yang berada di Tenggarong.

Untuk kesuksesan kegiatan tersebut, hari ini kwarcab gerakan pramuka Kukar melalui Dewan Kerja Cabang (DKC) melakukan geladi dan sejumlah persiapan.

Baden Powell yang menjadi Bapak Pramuka Sedunia (Chief Scout of the World) tidak bisa dipisahkan dari sejarah kepramukaan di dunia dan di Indonesia. Selain sebagai pendiri gerakan kepramukaan sedunia, pengalaman Lord Robert Baden Powell lah yang mendasari pembinaan remaja di Inggris yang kemudian berkembang dan diadaptasi sebagai sistem pendidikan kepramukaan di seluruh dunia.

Robert Stephenson Smyth Baden Powell atau Baron Baden Powell I yang kemudian terkenal sebagai Baden Powell, BP, atau Lord Baden Powell, lahir di Paddington, London pada 22 Februari 1857.

Berbagai pengalamannya ditulis dalam buku berjudul ‘Aids to Scouting’ pada tahun 1899. Buku ini sebenarnya merupakan panduan bagi tentara muda Inggris dalam melaksanakan tugas penyelidik. Buku ini kemudian terjual laris di Inggris. Bahkan tidak hanya dibaca oleh para tentara saja tetapi digunakan juga oleh para guru dan organisasi pemuda.

Melihat banyaknya pengguna buku ‘Aids to Scouting’, dan atas saran William Alexander Smith (Pendiri Boys Brigade; salah satu Organisasi Kepemudaan di Inggris) Baden Powell berniat menulis ulang buku tersebut untuk menyesuaikan dengan pembaca remaja yang bukan dari ketentaraan. Untuk menguji ide-ide barunya, pada 25 Juli – 2 Agustus 1907 Baden Powell menyelenggarakan perkemahan di Brownsea Island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda. Hingga pada tahun 1908 terbitlah buku ‘Scouting for Boys’ yang kemudian menjadi acuan kepramukaan di seluruh dunia. (arm)

sumber : pendidikankukar.com

Komentar

Komentar