Salam Pramuka! – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan pramuka Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah melalui Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Supeno hari ini. Rabu, (19/10/2016) membuka langsung Kursus Mahir Pembina Pramuka Karang Pamitran yang berlangsung 19 hingga 21 Oktober 2016 mendatang.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, persaudaraan, dan kualitas pembina pramuka serta menambah wawasan ini diikuti 33 pesera dari 18 Kwartir Ranting (Kwarran) se Kwarcab gerakan pramuka Kukar.

Ketua panitia, Buddy Warga dalam laporannya menjelaskan jika pembina Pramuka adalah anggota dewasa dalam gerakan pramuka yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan kepramukaan di gugus depan. “Sebagai tenaga pendidik pembina pramuka harus memenuhi persyaratan standar pendidik yang telah ditentukan oleh gerakan pramuka,” jelasnya.

“Karang Pamitran sendiri merupakan pendidikan dan pelatihan yang berupa salah satu pertemuan bagi pembina pramuka, Karang Pamitran juga sebagai wahana bertemunya para pembina dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, menambah wawasan dan mempererat persaudaraan serta persatuan sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan di gugus depan satuannya,” tambah Buddy.

Metode yang diterapkan bersumber kepada metode Andragogi dalam suasana keakraban melalui diskusi interaktif, bercerita berbagai pengalaman membina (gelang ajar.red), bermain peran, kerja kelompok, dan lain-lainnya.

Sementara itu, Supeno menuturkan tidak membatasi peserta hanya untuk pembina yang menjadi bindam Raimuna namun terbuka untuk kakak pembina lain yang aktif di gugus depan – gugus depan atau kwarran. “Paling rendah yg ikut Pandega dan sudah mengikuti KMD. Pelaksanaan Karang Panitran sebagai upaya untuk menggali pengalaman membina dalam penerapan RTL, bentuknya diskusi, salahsatu pembahasannya terkait apa kesulitan selama ini yang dialami oleh kakak – kakak Pembina,” ujarnya.

“Di Karang Pamitran ini juga kita membedah materi KMD dan KML, baik itu kekeliruan dalam pemahaman hingga kesulitan dalam penerapannya,” tutup Supeno.

Penulis : Rolli Maulana

Komentar

Komentar